Duhai Kasih yang ku Puji dan Puja
Di malamnya yg mulia
Sisimu aku mendamba
Tempatku bermanja
Hanya namamu yg ku seru
Duhai kasih yg ku puji dan cinta
Diharinya yg mulia
Ubatila hati luka
Jiwa yg sengsara
Hanya padamu ku menyeru
Berderang malam yg tenang
Terlihat rembulan
Sinar kemuliaan
Tandakan ramadhan
Bulan keampunan
Aidilfitri mengakhiri aku mensyukuri
Hari ini penuh erti
Hadiah illahi
Aidilfiri mengakhiri kita mensyukuri
Hari ini penuh erti
Hadiah illahi
Duhai Kasih yang ku puji dan puja
Di malamnya yg mulia
Sisimu aku mendamba
Tempatku bermanja
Hanya namamu yg ku seru
Semalam dan seharian bawa kedamaian
Alunan Al-Quran doa dan harapan
Sujud kesyukuran
Berderang malam yg tenang
Terlihat rembulan
Sinar kemuliaan
Tandakan ramadhan
Bulan keampunan
Di malamnya yg mulia
Sisimu aku mendamba
Tempatku bermanja
Hanya namamu yg ku seru
Duhai kasih yg ku puji dan cinta
Diharinya yg mulia
Ubatila hati luka
Jiwa yg sengsara
Hanya padamu ku menyeru
Berderang malam yg tenang
Terlihat rembulan
Sinar kemuliaan
Tandakan ramadhan
Bulan keampunan
Aidilfitri mengakhiri aku mensyukuri
Hari ini penuh erti
Hadiah illahi
Aidilfiri mengakhiri kita mensyukuri
Hari ini penuh erti
Hadiah illahi
Duhai Kasih yang ku puji dan puja
Di malamnya yg mulia
Sisimu aku mendamba
Tempatku bermanja
Hanya namamu yg ku seru
Semalam dan seharian bawa kedamaian
Alunan Al-Quran doa dan harapan
Sujud kesyukuran
Berderang malam yg tenang
Terlihat rembulan
Sinar kemuliaan
Tandakan ramadhan
Bulan keampunan
Hari ini 28 Oktober 2009 Masehi, bersamaan 9 Zulkaedah 1430 Hijriah, lebih seminggu sudah Syawal meninggalkan aku... Dua purnama jua Madrasah Ramadhan telah berlalu... Kurisik-risik dan selak kembali lembaran hari yang berlalu... Apa yang telah aku lakukan sebelum ini... Untuk agama, bangsa dan negaraku... Aku belajar... Untuk apa? Segulung skrol? Kerja? Aku makan... Untuk apa? Menurut turutan nafsu meronta-ronta minta perut diisi... Dan usai kenyang mata mula lalok, badan mula lemah... Malas... Malas untuk berjaga.... Lalu minta untuk berehat... Ngroh2... Tertidur... Tidur untuk apa? Mengantuk? Masih mengisi nafsu serakah yang menguasai diri... Jiwa yang kosong... Apa yang mau diisi... Untuk apa aku hidup dengan jiwa yang kosong? Menurut turutan nafsu yang membuak-buak... Nafsukah tuhanku? Atau menurut perintah Tuhan yang sejati... Allahu Rabbi... Ya Allah... Ampuniku.. Aku lemah.... Sentiasa lalai dan alpa...
